“Banyak kemajuan yang dicapai penyelenggaraan haji tahun ini, walau masih ada catatan-catatan yang harus diperbaiki,” ujarnya dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (22/12/2010).
Menurut Menag, ada 4 hal yang menonjol dalam penyelenggaraan haji tahun ini dan harus diperbaiki. Pertama soal delayed penerbangan saat pemulangan jemaah. Masalah ini, Menag meminta agar Garuda Indonesia melakukan perbaikan-perbaikan dan jauh-jauh hari mengadakan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait di Saudi, termasuk dengan otoritas bandara King Abdul Aziz, Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan menonjol lainnya, lanjut Menag, adalah masalah nasi basi yang menimpa jemaah di Madinah yang terjadi sampai beberapa kali. Untuk tahun mendatang, Menag setuju adanya pengawas-pengawas catering dari Kementerian Kesehatan.
“Ini menyedihkan kita melayani tamu-tamu Allah dengan makanan yang tidak sehat, sehingga menyebabkan jamaah sakit,” ungkapnya.
Masalah pondokan juga menjadi hal yang disorot oleh Menag yang juga Ketua Umum PPP ini. Menag menilai pondokan di Makkah, dapat yang bagus tapi jauh sama dengan dilematisnya dengan dapat yang dekat tapi jelek.
“Jika yang jauh, kita harus menyiapkan tranportasinya, sementara kalau yang dekat pondokan tersebut bangunan tua, keran air mampet dan toiletnya bocor merugikan jemaah,” ucapnya.
Menag juga ingin tahun depan fasilitas kesehatan terus ditingkatkan. Selain itu jemaah Indonesia sebaiknya tidak menggunakan transportasi bus dari pondokan ke Masjidil Haram PP, karena pemondokan jemaah Indonesia sebagian besar telah berada di ring I.
“Kalau tahun ini 63% pondokan jemaah di Makkah berada di ring I, tahun depan harus meningkatkan lagi,” tuturnya.
Evaluasi haji PPIH Arab Saudi ini diselenggarakan di Makkah, Rabu (22/12). Dalam acara ini hadir Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, Dubes RI di Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, Konjen RI di Jeddah Zakaria Anshar, Sekretaris Ditjen PHU Abdul Ghafur Djawahir, Ketua PPIH Arab Saudi Syairozi Dimyathi, para kadaker dan seluruh PPIH Arab Saudi.
(mpr/van)










































