Mahasiswa UPN Yogyakarta Jadi Korban Penembakan Polisi

Mahasiswa UPN Yogyakarta Jadi Korban Penembakan Polisi

- detikNews
Rabu, 22 Des 2010 19:17 WIB
Jakarta - Widiarto alias Ndaru (22), mahasiswa Jurusan Hubungan International (HI), Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menjadi korban penembakan. Diduga Ndaru menjadi korban penembakan salah sasaran yang dilakukan oknum aparat kepolisian di DI Yogyakarta.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSU Dr Sardjito Yogyakarta. Saat dirawat korban juga masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Sleman.

Korban juga belum boleh ditengok kecuali oleh orangtua atau keluarga korban. Saat ini kedua orangtua korban yakni Sutarjo dan Sumartini yang berasal dari Dusun Beling, Desa Jetak, Kecamatan Tulaan, Pacitan, Jawa Timur masih menungguinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom, mahasiswa semester VII itu tertembak di bagian dada sebelah kiri. Ndaru diduga menjadi korban salah tembak atau salah sasaran yang dilakukan oleh seorang aparat kepolisian pada Rabu (22/12/2010) dini hari atau sekitar pukul 02.00 WIB.

"Saya hanya dikabari oleh polisi tadi pagi kalau anak saya kecelakaan dan di rawat di RSU Sardjito. Kami juga diminta langsung ke sini," ungkap Sutarjo di RSU Dr Sradjito di Jl Kesehatan Yogyakarta.

Namun setelah sampai di rumah sakit kata Sutarjo, ternyata anaknya itu bukan korban kecelakaan tapi tertembak oleh polisi. Saat melihat di rumah sakit kondisi anak nomor dua itu masih bersimbah darah sehingga ibunya sempat pingsan.

"Kami belum tahu kejadian sebenarnya. Anak saya masih dijaga polisi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Hukum RSU Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho membenarkan bila ada mahasiswa UPN yang dirawat akibat tertembak. Saat ini kondisi korban masih dalam keadaan sadar penuh.

"Ada luka tembak tapi tidak ditemukan proyektil dalam tubuh korban. Terdapat luka bekas tembakan di punggung kiri bawah tembus ke dada kiri bawah," ungkap Heru.

(bgs/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini