"Pasti tidak begitu. Mana berani Golkar. Itu berarti Golkar tidak menghormati PKS, PAN dan lainnya," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2010).
Menurut Priyo, wajar saja ada ketidakpuasan dalam sebuah koalisi. Menurutnya ibarat orang pacaran, kadang ada yang ngambek itu biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Priyo, wajar-wajar saja anggota setgab mengeluh. Hubungan antar parpol memang kadang beriak. Dia mencontohkan kadang ada juga ketidakcocokan antara Golkar dengan parpol lain. Tapi semuanya wajar saja dan bisa diselesaikan secara baik.
"Kadang ada badai datang. Justru bukan dari luar Setgab. Malah dengan Gerindra atau PDIP kami berteman baik," jelas Priyo.
Priyo merasa kondisi setgab baik-baik saja. Namun dia menilai perlu ada komunikasi lanjutan untuk membahas ketidak puasan ini.
"Harus ada pembicaraan yang elegan," tambah dia.
Mengenai peranan khusus Ical dalam pertemuan SBY-Sultan, Priyo mengaku tidak tahu. Tapi dia menyambut baik pertemuan itu. Dia pun menegaskan dengan pertemuan itu bukan berarti Golkar sudah setuju 100 persen dengan draft pemerintah soal RUUK DIY.
"Kita masih perdalam," tutup dia.
(rdf/gun)











































