Aksi tersebut digelar di Bundaran Gladag, Solo, Rabu (22/12/2010) sore. Dalam aksi tersebut Muslimah HTI menyerukan penentangan keras terhadap sistem kapitalisme yang dinilai paling bertanggung jawab atas terciptanya kesenjangan sosial yang berdampak pada perlakuan keji terhadap perempuan.
Mereka menyontohkan kasus pelecehan terhadap TKW di berbagai negara adalah dampak nyata kebijakan yang menempatkan perempuan sebagai komiditi sehingga terjadi eksploitasi terhadap mereka.
Mereka juga mengingatkan, semua pihak mewaspadai gerakan kesetaraan gender karena justru mendorong perempuan semakin mengejar pencapaian materi dan mengabaikan perannya sebagai pendidik generasi. Pengabaian peran ibu sebagai pendidik, keretakan rumah tangga serta meningkatkan stress sosial adalah dampak ketidakharmonisan dalam rumah tangga akibat perempuan yang meninggalkan tugas utama.
Setelah Muslimah HTI mengakhiri aksi, giliran Forum Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, menggelar aksi di Bundaran Gladag. Mereka melakukan aksi dengan berjalan kaki dari Kampus 2 UNS di Jalan Urip Sumoharjo menuju Gladag.
Aksi tersebut diberi tema 'Seribu Bunga untuk Ibu Tercinta'. Sepanjang perjalanan mereka membagi-bagikan bunga kepada pengguna jalan. Mereka juga menyempatkan berhenti dan membagi-bagikan bunga kepada para pedagang di Pasar Gede Solo yang letaknya tak seberapa jauh dari Bundaran Gladag.
(mbr/fay)











































