Hal tersebut ia ungkapkan usai bertemu dengan Dubes Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farabandeh di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2010).
"Iran adalah negara Islam yang mempunyai kedudukan penting di dunia Islam. Iran telah menunjukkan kepada negara-negara mana pun bahwa Islam bisa mandiri," ujar Din yang didampingi Mahmoud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berterimakasih kapada Dubes Iran yang telah membuka pusat informasi di lima Universitas Muhammadiyah. Kita berharap ada perkembangan dengan hubungan ini," tambah Din.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Iran juga menyanjung Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak bisa lepas dari tradisi keislaman yang sudah mengakar kuat.
"Jika saya lihat sejarah, perjuangan kemerdekaan Indonesia, Islam punya pengaruh dalam perjuangan itu. Oleh karena itu merupakan tanggung jawab bersama untuk memperkuat barisan Islam, maka kami akan adakan seminar itu," terang Mahmoud lewat penerjemahnya.
Sebelum bertemu dengan Dubes Iran, Din juga menggelar pertemuan dengan utusan dari Kementerian Luar Negeri Perancis, Charles Henri Brossoeau. Maksud kedatangan Charles untuk membicarakan tentang peningkatkan kerjasama di dunia Islam, antara Indonesia dengan Perancis.
"Kami mendorong Perancis untuk mengambil peran-peran strategis, tapi secara umum responnya biasalah, hanya normatif," imbuh Din yang mengenakan jas hitam dan dibalut dasi merah ini.
(her/vit)











































