"Betul, betul (ada pertemuan dengan SBY). Jangan dong kalau yang dibahas, semua kan lewat proses. Kan belum ada pembahasan di DPR. Proses itu kan masih panjang waktunya," ujar Sultan.
Sultan mengatakan itu usai acara Puncak Peringatan Hari Ibu di TMII, Jakarta Timur, Rabu (22/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden dalam dialog menyingung status gubenur utama? "Saya tidak mau menyebutkan, jangan sampai mendahului dialog. Saat ini kan DPR sedang reses," elak Sultan.
Saat ditanya apakah hasil dialog dengan SBY bisa meredam pro kontra dalam penyusunan RUU Keistimewaan Yogyakarta, Sultan mengatakan pro dan kontra wajar dilakukan.
"Kalau pro dan kontra wajar saja. Yang penting tidak melakukan tindakan tidak terpuji. Aspirasi masyarakat kan biasa saja, kapanpun aspirasi kan tetap ada," tutup dia.
Sementara SBY saat dikonfirmasi mengenai pertemuan itu memilih tidak menjawab. SBY hanya melengos dan meninggalkan wartawan. Padahal sebelumnya SBY menjawab pertanyaan wartawan seputar final AFF.
(nik/fay)











































