Pesepeda B2W Bekasi Diberondong Air Soft Gun

Pesepeda B2W Bekasi Diberondong Air Soft Gun

- detikNews
Rabu, 22 Des 2010 13:06 WIB
Pesepeda B2W Bekasi Diberondong Air Soft Gun
Jakarta - Aksi ala koboi di jalan raya belakangan menjadi marak. Salah satu anggota komunitas sepeda Bike to Work (B2W) Rombongan Bekasi (Robek), Mulyawan, menjadi korban penembakan air soft gun oleh orang tak dikenal.

"Kejadiannya itu pada hari Selasa (21/12) malam sekitar pukul 01.00 WIB dini hari," ujar Mulyawan kepada detikcom, Rabu (22/12/2010). Di kepengurusan Robek, Mulyawan dianggap sebagai sesepuh karena mempelopori kegiatan menggoes sepeda ke kantor untuk warga Bekasi.

Mulyawan hampir tak percaya dengan apa yang menimpanya. Diapun menceritakan kronologis kejadiaan naas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi waktu itu saya sedang melintas di Jalan Kalimalang yang karena sudah larut dalam keadaan lengang. Tiba-tiba saja sebuah mobil jenis Honda Jazz keluaran lama, memepet saya dengan jarak yang sangat dekat dari sisi kanan," ceritanya.

Awalnya lanjut Mulyawan, keberadaan mobil itu tidak membuatnya aneh. Namun tiba-tiba saja, Mulyawan mendengar suara tembakan yang diyakini berasal dari senjata jenis air soft gun.

"Tepat di depan toko Depo Bangunan, posisi mobil itu menyamai saya, tiba-tiba saja saya mendengar suara tembakan yang saya yakin itu berasal dari air soft gun dari letupannya. Tembakan itu seperti brondongan dan itu mengenai siku kanan saya," jelas pria yang bekerja di kawasan Menteng Raya ini.

Mulyawan yang merasa kesakitan lantas memperlambat goesan sepedanya dan sempat berhenti sejenak. Saat berhenti itulah, Mulyawan lupa untuk memperhatikan plat mobil yang berwarna silver itu.

"Karena saya merasa sakit, dan saya melihat siku saya terjadi pendarahan yang mengenai baju, saya lantas berhenti. Saya fokus dengan luka saya, dan tidak sempat memperhatikan nomor polisinya," imbuh pria yang tingal di kawasan Pondok Timur, Bekasi.

Kejadian ini baru pertama kali dialami oleh Mulyawan. Padahal jalur yang dia lewati malam itu sudah biasa dilalui selama enam tahun lalu sejak dia menekuni hobinya menggoes menuju kantornya.

"Saya sudah sejak tahun 2004 melewati jalur itu dan selama ini biasa-biasa saja. Bagi saya kalau ini keisengan, ini keisengan yang tidak bisa di tolerir," ucapnya.

Namun, Mulyawan belum berniat melaporkan insiden ke polisi. Tapi kepada rekan-rekannya sesama pencinta sepeda dia menghimbau agar lebih berhati-hati.

"Saya rasa ke depan lebih berhati-hati. Terutama buat yang suka milih pulang malam. Ini pelajaran," tandasnya.

(lia/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads