Kekacauan penerbangan dan kereta peluru di benua Eropa termasuk Inggris, menjadi mimpi buruk menjelang liburan Natal. Sekitar 10 ribu penumpang terancam tidak bisa diberangkatkan akibat hujan salju yang parah.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/12/2010), kepala transportasi Uni Eropa, Siim Kallas meminta bandara-bandara Eropa memperbaiki diri untuk menghadapi cuaca buruk di musim dingin ini. Bandara Heathrow London dan Frankfurt, yang paling besar di Eropa, adalah bandara yang mulai berfungsi normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Landas pacu selatan Heathrow sudah dibuka. Maskapai-maskapai sudah beroperasi dengan jadwal penerbangan yang sudah dikurangi," kata operator bandara BAA.
Maskapai British Airways yang berbasis di Heathrow pun menyatakan 3 pesawat sudah terbang normal. "Butuh waktu untuk memulihkan semua kegiatan operasi di Heathrow. Kami sarankan anda tidak ke bandara kecuali sudah punya tiket booking untuk pesawat yang akan berangkat," kata maskapai itu di situsnya.
Penerbangan di Frankfurt pun mulai pulih Selasa kemarin. Maskapai Lufthansa menyatakan situasi kembali normal. Operator kereta peluru London-Paris, Eurostar, juga mengatakan siap beroperasi kembali, namun penumpang diminta datang paling cepat satu jam sebelum keberangkatan, agar tidak menambah penuh stasiun akibat banyak penumpang terlantar.
Pada Selasa kemarin, ribuan orang terpaksa antre dalam cuaca sangat dingin selama berjam-jam di Stasiun Pancras, London Utara. Semua kereta Eurostar dijejali para penumpang pesawat yang batal berangkat.
9 Dari 52 kereta Eurostar terpaksa dibatalkan dan penumpang dialihkan ke kereta lain. Meskipun antrean panjang penumpang mulai mencair, para penumpang sudah terlanjur kecewa. Liburan Natal mereka menjadi kacau.
"Ini liburan yang sudah kita siap-siapkan, dan ini adalah mimpi buruk," ujar sepasang suami istri kepada Sky News.
(fay/vit)










































