Love and Hate Membuat Setgab Tidak Solid

Love and Hate Membuat Setgab Tidak Solid

- detikNews
Rabu, 22 Des 2010 11:52 WIB
Love and Hate Membuat Setgab Tidak Solid
Jakarta - Keretakan muncul di tubuh Sekretariat Gabungan (Setgab). Dengan adanya multipartai ekstrem, koalisi memang tidak akan pernah solid. Partai-partai dalam Setgab diikat oleh love and hate relationship alias semacam benci tapi rindu.

"Saya nggak yakin Setgab akan dibubarkan karena karakter partai-partai yang pragmatis. Kalau keluar pasti nanti ada yang mau menggantikan. Setgab itu diikat love and hate relationship, benci tapi rindu," kata peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (22/12/2010).

Menurutnya, Indonesia menghadapi dilema institusi. Di satu sisi presidensial namun partainya ekstrem sehingga muncullah multipartai ekstrem. Dalam memegang tampuk tertinggi pemerintahan, presiden butuh dukungan partai politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan multipartai ekstrem, koalisi tidak akan pernah solid. Karena masing-masing partai memikirkan kepentingan pragmatis," sambung pria berkacamata ini.

Menurut Burhanuddin, Setgab dibangun dengan pondasi pragmatisme sehingga tampak seperti rumah kardus. Rumah kardus akan mudah doyong jika diterpa angin.

"Ada kepentingan untuk menempatkan orangnya di kabinet kemudian imbalannya menjaga Presiden SBY tetap berkuasa sampai 2014. Kalau mau keluar akan ada yang menggantikan karena karakter partai yang pragmatis dan bukan ideologis," sambung BUrhanuddin.

Setgab belakangan dikritik banyak kalangan. Misalnya saja Ketua Umum DPP Muhammasiyah Din Syamsudin. Menurutnya, Setgab merupakan koalisi yang ditarik pada kepentingan politik, terutama pembagian kuota di pemerintahan.

Wasekjen PPP, M Romahurmuzy mengeluhkan pola komunikasi dalam Setgab Koalisi. Di mana sepanjang tahun 2010 banyak diwarnai ketertutupan dan ketidakjujuran. Ada beberapa keputusan penting diputuskan secara bilateral antara Golkar dan PD, bukan secara multilateral dalam forum Setgab.

Dia menyayangkan banyak keputusan Setgab yang menjadi berbeda saat diterapkan di parlemen. Pada saat lain yang terjadi malah sebaliknya, keputusan partai kolaisi yang kebetulan sama lantas diklaim sebagai keputusan Setgab.

Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, juga kecewa terhadap praktik dalam Setgab yang dinilai didominasi oleh Golkar-Demokrat. Dia curiga duet partai besar itu sengaja meminggirkan peran partai-partai tengah yang tergabung dalam Setgab untuk kepentingan pengajuan pasangan capres-cawapres di 2014.

Untuk membendung dominasi Golkar-PD, politis senior PKS itu lantas mengajak PPP, PAN dan PKB untuk sejak dini menggalang kekuatan bersama menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Bila perlu menggandeng PDIP yang kecil peluangnya bergabung dengan Golkar-PD.

(vit/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads