Golkar Diibaratkan Istri Muda yang Diprioritaskan Demokrat

Keretakan di Setgab

Golkar Diibaratkan Istri Muda yang Diprioritaskan Demokrat

- detikNews
Rabu, 22 Des 2010 10:18 WIB
Golkar Diibaratkan Istri Muda yang Diprioritaskan Demokrat
Jakarta - Keretakan terlihat di tubuh Sekretariat Gabungan (Setgab). Partai-partai menengah yang berada dalam koalisi gerah melihat dominasi Golkar dan Demokrat dalam Setgab. Golkar ibarat istri muda yang kerap diprioritaskan oleh Demokrat.

"Setgab itu ibarat hubungan suami istri, terjadi poligami politik. Sebelum Golkar masuk, Demokrat sebagai suami sudah punya istri tua yakni PPP, PKS, PAN dan PKB," kata peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (22/12/2010).

Partai-partai yang menjadi 'istri tua' itu sejak awal telah berkontribusi dalam kemenangan SBY-Boediono. Setelah Golkar kalah Pilpres 2009 melalui Jusuf Kalla (berpasangan dengan Wiranto), lalu Golkar dipegang kepemimpinannya oleh Aburizal Bakrie, merapatkan diri ke koalisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai istri muda, daya tawar Golkar lebih kuat ketimbang istri tua. Karena di pemilu legislatif Golkar menduduki kursi terbesar kedua. Golkar juga punya kelihaian memainkan politik dan sumber daya finansial besar. Ini yang membuat Demokrat terlihat memprioritaskan Golkar," tutur Burhanuddin.

Setgab pada perkembangannya lebih didominasi Golkar dan Demokrat karena keduanya saling membutuhkan. Bagi Demokrat, Golkar terlihat 'seksi' karena persentase kursinya di parlemen dan kelihaiannya memainkan politik. Sedangkan Golkar sendiri punya karakter yang tidak bisa jauh dari kekuasaan.

"Itu makanya istri tua termarjinalisasi. Saya melihat kegelisahan elite PPP dan PKS yang menunjukkan kecemburuan dominasi keduanya dalam Setgab," sambung pria berkacamata ini.

Demokrat yang mengantongi suara 24,6 persen dan Golkar yang 19,3 persen jika kompak di DPR akan menguasai suara lebih dari 40 persen parlemen. Jika ada satu partai menengah saja yang bergabung dengan mereka maka akan tercipta single majority lantaran suaranya di parlemen lebih dari 50 persen. Hal ini tentunya akan mengintimidasi anggota Setgab yang lain.

"6 Partai di Setgab itu suaranya 75,6 persen. Sejak awal berdirinya sudah seperti DPR mini. Karena apa yang disepakati di Setgab bisa langsung jadi keputusan di DPR. Soliditas lebih ditentukan Demokrat-Golkar. Kalau keduanya panas, ya panas," ucap Burhanuddin.

Kemarin Wasekjen PPP, M Romahurmuzy mengeluhkan pola komunikasi dalam Setgab Koalisi. Di mana sepanjang tahun 2010 banyak diwarnai ketertutupan dan ketidakjujuran. Ada beberapa keputusan penting diputuskan secara bilateral antara Golkar dan PD, bukan secara multilateral dalam forum Setgab.

Dia menyayangkan banyak keputusan Setgab yang menjadi berbeda saat diterapkan di parlemen. Pada saat lain yang terjadi malah sebaliknya, keputusan partai kolaisi yang kebetulan sama lantas diklaim sebagai keputusan Setgab.

Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, juga kecewa terhadap praktik dalam Setgab yang dinilai didominasi oleh Golkar-Demokrat. Dia curiga duet partai besar itu sengaja meminggirkan peran partai-partai tengah yang tergabung dalam Setgab untuk kepentingan pengajuan pasangan capres-cawapres di 2014.

Untuk membendung dominasi Golkar-PD, politis senior PKS itu lantas mengajak PPP, PAN dan PKB untuk sejak dini menggalang kekuatan bersama menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Bila perlu menggandeng PDIP yang kecil peluangnya bergabung dengan Golkar-PD.

(vit/fay)


Berita Terkait