Peristiwa pertama penembakan terjadi di Jl Raya Bekasi KM 26, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/12), sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasi yang disebutkan polisi tersebut berada tak jauh dari perbatasan Cakung dan Kota Bekasi, persis di sekitar jembatan Banjir Kanal Timur (BKT).
Korban penembakan dialami oleh seorang tukang ojek saat mengantar penumpang dari arah kantor Pemda Bekasi ke terminal Pulo Gadung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari pagi saya buka dagangan di sini enggak ada rame-rame di sini," kata Rohman (43), pedagang buah-buahan yang terletak di samping jembatan BKT.
Begitu pula dengan Rumini (38), seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian dan berseberangan dari jongko tempat berjualan Rohman. Dia mengaku bingung dengan informasi yang menyebutkan adanya peristiwa penembakan di lokasi tersebut.
"Di sini enggak ada kejadian penembakan, memang dari tadi banyak yang tanya tapi saya enggak lihat atau dengar suara tembakan," tuturnya.
Rumini malah menduga lokasi kejadian berada di depan kantor KIR Dinas Perhubungan, Jakarta Timur. Lagi-lagi, kebenaran peristiwa tersebut dinihilkan warga sekitar.
"Saya dari pagi duduk di sini enggak dengar ada penembakan," kata seorang pria yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui di warung yang berada tepat di depan kantor Dinas Perhubungan.
Sama halnya dengan peristiwa penembakan yang terjadi di Jl Raya Bekasi Timur yang mengakibatkan dua pemuda, Yogi (20) dan Marvin (27), mengalami luka tembak. Yogi mengalami luka tembak di dada sebelah kiri dengan proyektil masih bersarang, sementara Marvin luka tembus peluru.
Sumber di kepolisian menyebutkan jika peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, tepat di seberang kantor kecamatan Pulo Gadung. Tak jauh dari lokasi itu terdapat pos gatur polisi Jatinegara Kaum.
Salah seorang petugas Pospol yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, bila dirinya sama sekali tidak mendengar letusan senjata, apalagi adanya korban luka tembak.
"Saya juga bingung, tadi saya tanya-tanya warga juga tidak ada yang tahu kejadian itu," katanya. Dia pun mengaku tidak melihat adanya dua orang yang terkapar akibat luka tembak.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahhmawan menuturkan, pihaknya masih menyelidiki insiden penembakan tersebut, termasuk mencari saksi mata saat peristiwa terjadi.
"Kedua korban mengaku tidak mengenal sama sekali pelaku penembakan," tutur Dodi di RS Harum, Jl Raya Kali Malang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/12/2010).
Misteri lainnya di balik aksi penembakan tersebut adalah tidak adanya perampasan harta korban, baik Firdaus, tukang ojek yang naas, atau pun Yogi dan Marvin.
Firdaus dirawat di RS Umum Bekasi, sementara dua korban lainnya dirujuk ke RS Polri Kramatjati guna kepentingan penyelidikan.
(ahy/nvc)











































