Penembakan ini terjadi kepada dua orang pegawai serabutan, Yogi Eko Prabowo dan Marvin. Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, kedua korban mengendarai sepeda motor berboncengan zigzag di jalanan.
"Dalam perjalanan itu korban zigzag dan silang pendapat dengan pelaku dan sempat ada pemukulan, akhirnya pelaku menembakan senjatanya ke korban," kata Dodi di RS Harum, Jl Raya Kali Malang, Selasa (21/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dodi menambahkan, pelaku memiliki ciri berperawakan sedang dengan tinggi sekitar 160 CM, dan menggunakan helm full face.
"Kita masih menyelidiki pelaku dan motif penembakan," tutur Dodi.
Korban sempat dibawa ke RS Harum setelah Yogi menghubungi pihak keluarga. "Mereka diantar keluarga ke sini (RS Harum)," kata Dodi.
Guna kepentingan penyelidikan, kedua korban dirujuk ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. "Sekaligus mengambil proyektil yang masih bersarang di tubuh korban. Hasilnya baru bisa diketahui 2-3 hari nanti," kata Dodi.
Setelah proyektil dikeluarkan, lanjut Dodi, pihaknya baru bisa mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku dalam aksi koboinya.
Apakah masih ada kaitan dengan insiden penembakan tukang ojek di perbatasan Cakung-Bekasi? "Masih dilakukan analisa, karena korban dan TKP berbeda," jawab Dodi.
Sebelumnya, insiden penembakan juga terjadi di penembakan terjadi terhadap tukang ojek, Firdaus Firmansyah (33) di Jl Raya Bekasi KM 26, sekitar pukul 13.00 WIB. Firdaus (33), tiba-tiba ditembak punggungnya dari belakang. Belum diketahui apakah si penembak tersebut penumpang yang sebelumnya cekcok dengan Firdaus karena masalah ongkos atau ada orang lain.
(ahy/ape)











































