"Di negara kita ini di samping sudah banyak yang baik, tapi ada juga yang jelek. Beritakanlah yang baik, ada juga yang jelek, jadi berimbang. Jadi masyarakat Indonesia akan tahu ada prestasi, ada hasil ada capaian yang dilakukan kita semua," ujar SBY saat memberi sambutan dalam peresmian pemancar televisi digital TVRI di Jl Olahraga, Jakarta, Senin (21/12/2010).
SBY mengatakan, media TV harus berani mengangkat kebaikan juga keburukan pemerintah, sehingga pemerintah bisa introspeksi. Namun, jika ada kebaikan, perlu juga tetap diberitakan. Jika pemberitaan berimbang, maka akan jadi pendidikan demokrasi yang baik di negara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sendirilah yang harus jaga citra baik Indonesia di dunia internasional, bukan bangsa lain, bukan juga tetangga-tetangga kita," kata SBY.
SBY lalu membandingkan media TV nasional dengan TV milik negara lain. Ia menilai, TV luar cenderung memuji dan menjaga nama baik negaranya.
"Saya sering nonton TV yang dimiliki negara-negara sahabat. Silakan sekali-kali lihat. Daripada saya cerita, lihat sendiri. Rasanya tidak selalu suka mereka jelek-jelekkan bangsanya sendiri. Saya melihat misalkan sebuah TV kalau tayangkan keadaan negaranya yang baik-baik semua," terangnya.
(gun/vit)











































