Panitia AFF: Tak Bisa Larang Suporter Merokok, Silakan Ditangkap

Panitia AFF: Tak Bisa Larang Suporter Merokok, Silakan Ditangkap

- detikNews
Selasa, 21 Des 2010 18:37 WIB
Panitia AFF: Tak Bisa Larang Suporter Merokok, Silakan Ditangkap
Jakarta - Panitia Lokal Piala AFF menanggapi dingin rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan melarang suporter bola merokok di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Stadion GBK adalah ruang publik dan suporter yang merokok tak bisa dilarang.

"(Stadion GBK) ruang publik silakan saja mau merokok. Harus dibedakan. Kalau peraturan Pemda itu ruangan tertutup, ini kami hanya mengimbau saja. Tidak bisa dilarang," ujar Ketua Panitia Lokal Piala AFF Joko Driyono ketika ditanya tentang rencana Pemprov DKI yang melarang suporter bola merokok di Stadion GBK.

Hal itu disampaikan Joko dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Namun jika Pemprov DKI ingin menangkap para perokok itu, dia mempersilakan. "Kalau mau ditangkap silakan saja. Jangan disamakan dong," cetus dia.

Sebelumnya diberitakan Stadion GBK, Senayan, merupakan salah satu kawasan di Jakarta yang dinyatakan bebas rokok. Pengelola GBK wajib mensosialisasikannya kepada penonton laga final AFF Indonesia-Malaysia pada 29 Desember 2010 mendatang.

"Kita akan menyurati pengelola gedung GBK sebelum pertandingan final sepakbola soal sosialisasi kawasan dilarang merokok," ujar Asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemprop DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/12/2010).

Berdasar Pergub 8/2010 tentang kawasan dilarang merokok, Stadion GBK merupakan kawasan tertutup yang termasuk dalam area dilarang merokok. Stadion GBK termasuk dalam struktur bangunan tertutup karena memiliki tribun.

Oleh karenanya, pemerintah meminta kepada masyakarakat yang hendak menyaksikan secara langsung pertandingan Indonesia-Malaysia untuk tidak merokok. "Ini juga menganggu penonton yang lain seperti ibu-ibu dan anak-anak. Kita harapkan masyarakat agar saling mengingatkan," kata Oloan.

(nwk/ken)


Berita Terkait