Polisi Waspadai Teroris Saat Natal dan Tahun Baru

Polisi Waspadai Teroris Saat Natal dan Tahun Baru

- detikNews
Selasa, 21 Des 2010 18:01 WIB
Jakarta - Sejumlah kerawanan yang mungkin terjadi saat Natal dan Tahun Baru telah didaftar oleh polisi. Salah satu yang diwaspadai polisi adalah kemungkinan aksi terorisme.

"Terorisme kemungkinan masih ada karena sel-sel terorisme masih belum habis," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Indikasinya, lanjut Sutarman, adalah kejadian di beberapa daerah seperti di Jawa Tengah. Hal itulah yang memunculkan kecurigaan sel teroris masih hidup. Terorisme pun dimasukkan dalam daftar kerawanan yang harus dihadapi bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada indikasi Jakarta menjadi target? "Target mereka mengkin hanya eksploitasi di beberapa daerah," ucap Sutarman.

Mantan Kapolda Jabar ini menyebut, target kawanan teroris bukan saja tempat ibadah, tetapi juga personel-personel Polri yang ada di beberapa daerah. Hal itu dikarenakan pernah terjadinya penyerangan ke kantor polisi di Hamparan Perak, Medan, dan beberapa di daerah Jawa lain.

"Itu sudah kita sepakati sebagai masukan sweeping bagi kita untuk kerawanan dan perlu antisipasi dari awal," sambung Sutarman.

Menurut dia, Polri telah menyiapkan pasukan untuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan. Personel pun telah ditempatkan ke sejumlah titik seperti di sekitar gereja. Polisi di tingkat Polsek pun telah dipersiapkan senjatanya sehingga siap bila terjadi serangan sewaktu-waktu. Dengan persenjataan yang dipersiapkan matang maka polisi tidak hanya bisa melindungi masyarakat tapi juga bisa melindungi dirinya sendiri.

Selain itu metal detector juga disiapkan di beberapa gereja. Polisi pun akan merazia tempat-tempat yang dicurigai ada indikasi terorisme. "Kita juga akan lakukan kegiatan sweeping atau razia-razia di tempat tertentu yang kita curigai dan kita lakukan pemeriksaan. Di pintu-pintu gereja akan kita stop," terang Sutarman.

Selain terorisme, potensi kerawanan pada Natal dan Tahun Baru adalah kemacetan lalu lintas dan kriminal jalanan. Sementara itu, Polda Metro Jaya menyiagakan 9 ribu personel yang akan disiagakan untuk mengamankan sekitar 1.619 gereja, 800 pusat perbelanjaan serta tempat keramaian lainnya.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads