"Dinamika Setgab memang lucu dan aneh. Demokrat dan Golkar yang kawin politik di tengah jalan, sering konflik kepentingan dan saling sandera, Tapi sering juga kolaborasi atas nama Setgab. Yang kejepit partai-partai tengah seperti PPP,PAN,PKB dan PKS. Maka penting bagi partai tengah melakukan konsolidasi biar nggak termarginalisasi," ujar Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
Konsolidasi ini, menurut Mahfudz, diperlukan untuk mengimbangi kekuatan besar yang mendominasi Setgab koalisi. Lebih-lebih, PKS mencium gelagat PD dan Golkar akan memanfaatkan Setgab untuk meraup dukungan dalam pilpres 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tidak, Mahfudz khawatir, Setgab hanya dijadikan alat politik dua partai besar tersebut. Membentuk kekuatan tengah, menurut Mahfudz, jadi solusi untuk meningkatkan daya tawar partai koalisi.
"Jika PPP,PAN,PKB dan PKS konsolidasi kekuatan, bisa memperkuat posisi tawar dan ikut mengontrol gerak langkah Demokrat dan Golkar yang akan bertarung Pilpres 2014," papar Ketua Komisi I DPR ini.
Kalau kekuatan tengah dirasa masih kurang cukuo kuat, menurut Mahfudz, keberadaan PDIP di dalam kekuatan tengah layak diperhitungkan. Terlebih dengan kekuatan cukup, kekuatan tengah dapat memunculkan capres yang mampu bersaing dengan capres yang dijagokan Gokar dan PD.
"Sangat mungkin kekuatan tengah tampil dengan capresnya sendiri. Bahkan bisa kolaborasi dengan PDIP yang kecil kemungkinan ke Demokrat atau Golkar," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan PKS dan PPP mengeluhkan efektifitas Setgab koalisi. Kedua parpol ini menilai Setgab telah dikerdilkan fungsinya oleh dominasi dua partai besar yakni PD dan Golkar.
(van/lh)










































