PKS: Golkar dan Demokrat Kerdilkan Fungsi Setgab

PKS: Golkar dan Demokrat Kerdilkan Fungsi Setgab

- detikNews
Selasa, 21 Des 2010 15:00 WIB
PKS: Golkar dan Demokrat Kerdilkan Fungsi Setgab
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengeluhkan dominasi Partai Golkar dan Partai Demokrat (PD) di dalam Setgab Koalisi. Kerap kali aksi kedua partai besar itu justru mengkerdilkan peran mitra dan fungsi Setgab untuk kepentingan sepihak.

"Kalau mau dievaluasi kritis, Setgab masih cenderung dikerdilkan jadi sarana konsolidasi gesekan kepentingan 2 parpol besar -Demokrat dan Golkar. Kasus RUU Keistimewaan DIY jadi contoh gamblang," keluh Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik, kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Setgab juga kerap kali dijadikan sarana untuk menuntaskan masalah antar dua parpol besar tersebut. Sementara pada saat sama Setgab belum menjalankan tugas sebagai sarana penyatuan pendapat di internal koalisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setgab masih cenderung berfungsi sebagai pemadam kebakaran. Ada masalah baru rembukan dan mobilisasi dukungan," keluh Mahfudz.

Fungsi Setgab juga dinilai Mahfudz tidak terlalu krusial. Sebab tidak ada keterlibatan pimpinan parpol dalam rapat-rapat Setgab. "Forum musyawarah teknis level pimpinan fraksi DPR atau level DPP, belum jadi forum musyawarah strategis antara presiden dengan ketum parpol pendukungnya," paparnya.

Mahfudz berharap Setgab dapat berbenah. Dia harapkan Setgab benar-benar menjadi sarana komunikasi partai koalisi, bukan hanya ajang berdebat Golkar dan PD. "Karena semangat membangun Setgab sudah jelas untuk mensukseskan pemerintahan," tandasnya.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus mengeluhkan pola dalam Setgab Koalisi. Keterbukaan, agenda tersembunyi dan dominasi Golkar-PD mengaburkan fungsi Setgab sebagai sarana penyatuan pandangan partai koalisi.

"Pola komunikasi di Setgab sepanjang tahun 2010 banyak diwarnai ketertutupan dan ketidakjujuran. Ada beberapa keputusan penting diputuskan secara bilateral antara Golkar dan PD, bukan secara multilateral dalam forum Setgab," keluh Wasekjen PPP, M Romahurmuzy.

(van/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini