Aksi ini dilakukan oleh sekitar 20 orang kepala dukuh yang tergabung dalam Paguyuban Dukuh (Pandu) Kabupaten Bantul, DIY. Bergantian, mereka membubuhkan jempol tangannya yang berdarah ke selembar kain putih.
"Ini sebagai bentuk penegasan kami, untuk mendukung penetapan karena saat ini pemerintah seakan tidak mau memperhatikan aspirasi warga Yogya," kata Ketua Pandu, Sulistyo ditemui usai memberikan cap jempol darahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini dibantu oleh PMI Kabupaten Bantul. Menurut Sulistyo, siapa saja boleh memberikan dukungan dan ikut memberi cap jempol darahnya. Hingga kini, cap jempol baru terkumpul sekitar 20-an.
Sebelumnya, Pandu juga menggelar apel sebagai bentuk kesiap-siagaan untuk mengawal keistimewaan Yogyakarta. Upacara itu berlangsung dengan nuansa serba Jawa karena para pesertanya memakai baju khas Jawa yakni surjan dan blangkon. Selain itu, saat memimpin apel, Sulistyo juga menggunakan bahasa Jawa.
(ken/fay)










































