Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso membantah adanya niat politik Ical dalam perjamuan dengan Timnas, Senin (20/12/2010) kemarin. Namun, ia menganggap wajar momen tersebut kemudian dianggap bernuansa politis.
"Kemarin seratus persen adalah acara olahraga, tidak ada niat politik sama sekali. Itu pertemuan silaturahmi keluarga Bakrie dengan PSSI. Tapi kalau ada spekulasi orang lalu mempolitisir ya wajar saja, tapi kami merasa perlu meluruskan," ujar Priyo, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perintah beliau memang melakukan konsolidasi," papar Priyo.
Tapi tentu timnas bukan menjadi sasaran konsolidasi. Priyo menepis segala prasangka politis itu. Buktinya tidak ada sama sekali atribut Golkar atau pengurus teras Golkar yang ikut menjamu timnas. Sepenuhnya keluarga Bakrie, Priyo menjamin itu.
Lepas dari prasangka politis atas timnas, Priyo tidak menampik, kalau Golkar memangย mengisyaratkan akan mengusung Ical menjadi capres. Ical, menurut Priyo, menjadi kandidat yang cukup kuat untuk maju pilpres. Tapi dia meminta agar hal itu tidak dikait-kaitkan dengan timnas.
"Secara fatsun politik Pak Ical sebagai Ketua Umum Golkar punya cukup kekuatan untuk maju pilpres," terang Wakil Ketua DPR ini.
Ical sendiri memang belum memutuskan maju ke pilpres 2014. Namun, Golkar terus mempersiapkan survei tingkat keterpilihan Ical jika maju capres.
"Beliau belum bersedia. Beliau menunggu survei yang akan kita lakukan pada tahun 2013 nanti," tandasnya.
Senada dengan Priyo, juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara tegas-tegas memastikan tidak ada niatan politik dalam jamuan makan pagi timnas PSSI di kediaman Ical. Lalu menegaskan kunjungan sepenuhnya hanya silaturahmi Timnas dengan keluarga Bakrie.
"Itu silaturahmi, jangan dipolitisir, seolah-olah ada niatan politik. Buat kami Belanda masih jauh, mari kita berkarya untuk negeri ini," kata Lalu dalam penjelasan resmi kepada detikcom, Senin (20/12/2010).
Lalu menuturkan, selama ini Keluarga Bakrie telah berbuat banyak membangun sepakbola Indonesia. "Seluruh program sepakbola dibantu Keluarga Bakrie, mulai dari PSSI Primavera, Baretti atau pun yang sekarang ke Uruguay," tutur Wasekjen Golkar ini.
Dalam menerima kunjungan timnas, tidak ada sama sekali atribut Golkar. Sepenuhnya Keluarga Bakrie yang menerima timnas. "Jadi itu ucapan terima kasih tidak ada politiknya. Olah raga ya olah raga kita, harus mengucap syukur atas keberhasilan Timnas di Piala AFF ini, karena membangkitkan nasionalisme yang mempersatukan bangsa," jelasnya.
(van/ndr)











































