Andi Arief: Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa Yogya

Andi Arief: Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa Yogya

- detikNews
Selasa, 21 Des 2010 13:27 WIB
Andi Arief: Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa Yogya
Jakarta - Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Yogyakarta terasa kuat, bahkan hingga di Surabaya. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan.

"Belum ada laporan, belum ada," kata Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Andi Arief, saat dihubungi detikcom, Selasa (21/12/2010).

Menurut Andi, gempa yang berpusat di 140 Km tenggara Wonosari tersebut memang terasa cukup keras. Tapi dampaknya tidak terlalu besar karena berpusat di laut dan berkedalaman 16 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Andi mengingatkan adanya potensi gempa yang cukup besar di kawasan Jawa. Sejarah pernah mencatat, wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta punya siklus gempa besar yang kemungkinan berulang.

"Dari abad 18 dan 19 ada bukti dan data tentang sejarah gempa di Jawa, termasuk juga Solo, Yogya, dan Jawa Timur," jelasnya.

Berdasarkan penelitian para ahli, rambatan gerak batuan dasar di sekitar Jawa juga mengalami peningkatan sebesar 30 persen. Artinya, ada potensi gempa yang tingkat getarannya lumayan besar.

"Tapi kapan waktunya kita nggak tahu pasti. Nggak ada yang bisa memprediksi," tambahnya.

Dengan data tersebut, Andi meminta para kepala daerah mulai meningkatkan kewaspadaan. Sesuai dengan instruksi Presiden SBY saat mengunjungi korban letusan Gunung Sinabung Sumut beberapa bulan lalu, jangan sampai korban berjatuhan akibat antisipasi yang tidak maksimal oleh pemerintah.

"Bapak Presiden sudah jauh-jauh hari mengingatkan kita semua. Harus segera dibentuk BNPB di daerah-daerah," tegasnya.

Tidak hanya itu, pria berkacamata ini juga berharap para ahli mulai gencar melakukan penelitian tentang gempa di Indonesia. Sebab, banyak wilayah rawan gempa yang belum terjangkau ahli.

"Misalnya patahan Yogyakarta apakah dia berhubungan dengan patahan Surabaya. Kelemahannya semua itu belum diteliti. Baru berdasarkan satelit saja," paparnya.

"Yang harus jadi perhatian, jangan sampai seperti Iran tadi. Walaupun gempanya kecil 6,1 SR tapi terjadi di daratan. Efeknya cukup besar," tutupnya.

(mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini