Militer Korsel hari ini mengerahkan jet-jet tempur yang melakukan patroli udara di berbagai wilayah Korsel. Sebuah kapal penghancur juga telah disiagakan di lautan.
Langkah tersebut dilakukan sehari setelah Korsel melakukan latihan perang di Pulau Yeonpyeong. Pemerintah Korut sebelumnya telah mengancam akan melakukan serangan yang lebih keras jika Korsel tetap melakukan latihan perang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan memobilisasi aset-aset pengintaian dan pengawasan pasukan gabungan Korsel dan AS dan secara intensif memonitor aktivitas militer Korut," kata Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan-jin seperti dilansir News.com.au, Selasa (21/12/2010).
Jet-jet tempur Korsel melakukan patroli udara dan kapal penghancur siap untuk menghadapi segala provokasi.
"Kita harus menunjukkan pada Korut bahwa kita berkomitmen untuk merespons setiap provokasi Korut," ujar seorang pejabat senior pemerintah Korsel.
Menurut pejabat tersebut, tidak adanya respons dari Korut sejauh ini tidak berarti Korut memilih mundur. Diingatkan pejabat itu, Korut cenderung menyukai serangan "kejutan".
Pada 23 November lalu, Korut melancarkan serangan artileri ke Pulau Yeonpyeong. Serangan itu menewaskan dua warga sipil dan dua marinir Korsel. Lusinan rumah rusak dalam insiden itu. Rezim Korut berdalih serangan itu sebagai respons atas latihan perang yang digelar Korsel di pulau yang berbatasan dengan Korut tersebut.
(ita/nrl)











































