"Keributan PSSI selama ini karena memang sarat politisasi. Ketika Menegpora juga tokoh parpol, jadi makin keras potensi gesekannya. Jadi bagusnya PSSI dikelola non partisan aja," ujar Wasekjen DPP PKS, Mahfudz Siddik, kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta,Β Selasa (21/12/2010).
Menurut Mahfudz, kepengurusan PSSI yang nonpartisan mampu menjaga masuknya kepentingan parpol di PSSI. Termasuk keinginan sejumlah politisi yang ingin mendompleng ketenaran PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo juga menginginkan agar PSSI tidak dipolitisasi. Tjahjo menilai politisasi membuyarkan langkah maju pengembangan sepakbola Indonesia.
Banyak pihak juga mengkritik kepengurusan PSSI yang sebagian besar politisi. Dikhawatirkan PSSI tak lagi menjadi lembaga yang netral dalam menjaring generasi atlet muda sepakbola Indonesia.
Kritik yang terus berdatangan dari ini dikarenakan undangan makan siang Ical terhadap Timnas sepakbola Indonesia. Jamuan makan ini kemudian meunculkan berbagai spekulasi politik karena sebelumnya Presiden SBY telah mengundang Timnas lebih dulu.
Golkar sendiri telah membantah adanya rivalitas SBY dengan Ical dalam hal memperhatikan PSSI. Golkar juga membantah ada muatan politik dalam jamuan tersebut.
(van/lh)











































