"Dana dari keluarga Bakrie akan kami gunakan untuk membina usia muda," ujar bendahara PSSI, Achsanul Qosasi, kepada detikcom, Selasa (21/12/2010).
Achsanul menuturkan, PSSI telah mendulang banyak penghasilan dari penyelenggaraan rangkaian laga piala AFF 2010. Terus melajunya Timnas sepakbola Indonesia ke final terus menarik puluhan ribu penonton yang menyumbang rupiah untuk PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achsanul menuturkan, perolehan uang dari penjualan tiket luar biasa melimpah. Sepakbola telah menjadi sumber penghasilan negara yang tak dapat disepelekan lagi.
"Selepas kemenangan atas Vietnam di Piala Asia 2007, inilah untuk pertama kalinya stadion penuh sesak dengan berbagai aktivitas," papar Achsanul yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR ini.
Belum lagi pedagang kaki lima yang ikut meraup rupiah di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Menurut dia sepakbola Indonesia menjadi berkah bagi semua orang.
"Pedagang kaos, atribut,dan pedagang kakilima lainnya habis dalam hitungan jam. Lima hotel di sekitar Senayan fullybook. Angkutan umum dari atau menuju stadion penuh, jasa parkir panen besar," paparnya.
Namun demikian Achsanul membantah kehadiran PSSI ke jamuan makan siang Ical karena keperluan politik. Ia menjamin PSSI tidak akan dibawa ke kepentingan politik manapun.
"PSSI tidak berpolitik, kunjungan pengurus PSSI dan Timnas ke rumah Pak Ical dan Pak Nirwan Bakrie semata-mata untuk bersilaturahmi. Pak Nirwan juga Waketum PSSI," jelas Wakil Ketua Komisi XI DPR ini.
Namun, ia mengakui Bakrie sudah lama menaruh perhatian ke Timnas. Entah apa tujuan Bakrie, namuan Achsanul merasa perlu berterimakasih karena telah dibantu dalam pembibitan pemain Timnas.
"Keluarga Bakrie turut serta membiayai pembinaan di U-16 Uruguay, U-21 di Belanda, di mana mayoritas pemain Timnas saat ini jebolan U-16 dan U-21 tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan ujian kompetisi yang ketat melalui liga super, divisi utama, divisi 1 sampai dengan divisi 3," paparnya.
(van/lh)











































