Komunitas ini terdiri dari perusahaan kargo, kawasan industri Soewarna, Bea Cukai, Polres Bandara, Imigrasi, PT Angkasa Pura II dan Karantina siap membentuk Satgas Anti Korupsi. Satgas ini untuk menghindari berbagai aksi korupsi termasuk pungutan liar. Rencana pembentukan satgas antikorupsi itu dilakukan dengan ditandatanganinya deklarasi bersama gerakan moral antikorupsi.
Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta Adi Kanrio mengatakan, komunitas Bandara bertekad membentuk Satgas untuk membersihkan bandara dari korupsi. "Kami ingin mencegah budaya korupsi. Dan ini harus dilakukan secara bersama-sama. Dimulai dari pimpinan yang hadir di sini sehingga atasan bisa menjadi panutan," terangnya, Senin (20/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bahaduri Widjayanta mengatakan, pihaknya prihatin dengan adanya korban pungutan liar. Apa yang dilakukan ini bukanlah semata untuk pencitraan.
"Karena sudah kalau pencitraan sudah bukan waktunya lagi. Bandara ini harus bersih dan selalu harus dievaluasi. Bea Cukai telah melakukan itu secara internal," terangnya.
Perwakilan dari perusahaan yang ada di bandara diwakili oleh Soejarwo Soedarmo. Dia mengatakan, pelaku bisnis berharap setelah ini akan ada follow up dan menjadi suatu gerakan besar untuk perubahan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Ini termasuk masalah attitude. Tanpa ada pergerakan dari masing-masing instansi ini akan sulit. Kami optimis dengan adanya Satgas Antikorupsi bisa menahan dan menghilangkan budaya pungutan liar meski secara bertahap," terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Sudaryanto mengatakan, rencana pembentukan satgas anti korupsi ini telah berkoordinasi dengan Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang juga Kepala Unit Kerja Presiden Kuntoro Mangkusubroto. "Bahkan kami juga sudah meminta arahan kepada Direktur PPLHPKPN Komisi Pemberantasan Korupsi Cahyo Hardianto. Semoga dengan adanya Satgas Antikorupsi ini bisa memperbaiki pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa Bandara," tegasnya.
(fay/fay)











































