"Efektif bekerja di sini Senin depan," ujar salah seorang komisioner KY Eman Suparman, di Gedung KY, usai menggelar pertemuan dengan Mantan Ketua KY Busyro Muqoddas, di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2010).
Eman menjumpai wartawan di ruang konferensi pers bersama 3 orang komisioner lainnya, Taufikurohman, Suparman Marzuki dan Jaja Ahmad Djayus. Sementara Abbas Said SH, Imam Ansori Saleh, dan Ibrahim SH MH, memilih pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu baru akan kami bicarakan bertujuh, Senin depan setelah kami berkantor di sini," katanya.
Senada dengan Eman, komisioner lainnya Jaja Ahmad Djayus juga mengatakan dirinya belum memetakan langkah program kerja prioritas yang akan dilakukannya di awal menjabat sebagai komisioner KY.
"Kami baru mengetahui pekerjaan kami seperti apa Senin depan. Saya tidak ingin berandai-andai, tidak pernah memetakan kasus apa dan berapa kasus yang ada di KY. Kalau kami berandai-andai berarti menyalahi takdir," ujar Jaja.
Taufikurohman, komisioner lainnya mengatakan meski belum tahu tugas apa yang akan dilakukannya nanti namun dia menjanjikan akan bekerja cepat dalam menjalankan tugas.
"Kami berkomitmen bekerja secara cepat, as soon as possible," tegas Taufik.
Mengenai kabar yang menyebutkan adanya dugaan suap salah satu komisioner kepada 6 komisioner lainnya agar terpilih menjadi ketua, hal itu dibantah Jaja.
"Tidak pernah ada kabar ke kami langsung mengenai itu, kami justru tahu itu dari wartawan. Tidak ada pembicaraan antara kami bertujuh kecuali hari ini saja sejak 2 Desember lalu," tepis Jaja.
(ahy/her)











































