"Saya memilih positif thinking saja selama Ical mengundang dengan maksud baik sekedar memberi bonus dan dukungan. Asal jangan membagi-bagikan kartu anggota Golkar kepada pemain Timnas saja," imbau Ruhut, kepada wartawan, Senin (20/12/2010).
Ruhut menuturkan, jamuan makan siang tersebut sebenarnya antara Ketum Golkar dengan Ketua PSSI Nurdin Halid. Ruhut menilai jamuan tersebut tidak ada urusannya dengan para pemain Timnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut kemudian mengingatkan partai politik untuk tidak memanfaatkan popularitas Timnas. Menurut Ruhut, Timnas dalam tugas berat memenangkan pertandingan final piala AFF melawan Malaysia.
"Semoga membantu dengan hati bersih jangan menyumbang untuk berpolitik. Kalau untuk memberi semangat kita hormati," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjamu Timnas sepakbola Indonesia. Namun demikian, Golkar membantah adanya kepentingan politis dalam perjamuan di rumah Ical ini.
Memang pantauan detikcom saat itu, tidak ada nuansa kuning atau atribut Golkar dalam jamuan itu. Sepenuhnya acara itu menjamu timnas itu merupakan apresiasi keluarga Bakrie atas prestasi tim merah putih yang berhasil masuk ke final.
Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai sejumlah parpol sengaja memanfaatkan popularitas Timnas sepakbola Indonesia yang tengah naik daun. Termasuk Partai Golkar dan Partai Demokrat yang baru saja menjamu Timnas sepakbola Indonesia, dinilai tengah mengincar suara generasi muda untuk mengamankan pemilu 2014.
(van/ndr)










































