Kedubes AS Jakarta Jawab WikiLeaks Soal Kopassus

Kedubes AS Jakarta Jawab WikiLeaks Soal Kopassus

- detikNews
Senin, 20 Des 2010 16:28 WIB
Kedubes AS Jakarta Jawab WikiLeaks Soal Kopassus
Jakarta - WikiLeaks telah membocorkan sejumlah kawat diplomatik dari Kedubes AS di Jakarta. Misalnya saja kawat seputar kerjasama Kopassus di balik kedatangan Presiden AS Barack Obama. Berdiam agak lama, Kedubes AS akhirnya angkat bicara.

"Terkait WikiLeaks, kita tidak bisa mengakui keaslian dokumen-dokumen itu," kata Penjabat Atase Pers Kedubes AS Corrina Sanders, dalam email kepada detikcom, Senin (20/12/2010).

Sanders pun membantah ada deal-deal khusus sebelum kedatangan Obama. Obama datang atas undangan pemerintah Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kunjungan Presiden Obama adalah atas undangan pemerintah Indonesia," jelas dia.

Untuk itu, dia membantah pemberitaan media Australia yang menyebutkan kalau pelatihan Kopassus adalah prasyarat kunjungan Presiden Obama. "Pelibatan kembali dengan Kopassus bukanlah kondisi untuk kunjungan Presiden Obama," kata Sanders.

Sanders menjelaskan aturan hukum AS memungkinkan kerjasama dengan Kopassus dilanjutkan. Selain itu pembangunan demokrasi di Indonesia juga menjadi kondisi yang mendukung.

"Keputusan untuk melanjutkan kerjasama keamanan terbatas dengan Kopassus ada dalam batasan aturan hukum AS dan berdasarkan perubahan demokratis di Indonesia dan reformasi di dalam Kopassus," pungkasnya.

Sebelumnya dalam dokumen WikiLeaks, dirinci keprihatinan AS untuk melanjutkan kerjasama dengan Kopassus. Dalam kabel Oktober 2007, Kedubes AS menyampaikan pada Washington bahwa Indonesia tidak mengadili pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu secara konsisten.

Tahun lalu, atau sekitar enam bulan sebelum AS mencabut larangan pelatihan Kopassus, seorang pejabat senior AS, Bill Burns mengatakan, keterlibatan dengan Kopassus tetap merupakan isu yang rumit dan kompleks. Terlebih lagi karena masih banyak pihak di Washington, termasuk di Kongres AS yang punya keprihatinan serius soal akuntabilitas atas tindakan-tindakan Kopassus di masa lalu.

Pemerintah AS memberlakukan larangan pelatihan Kopassus sejak tahun 1999 lalu. Larangan itu diberlakukan terkait buruknya catatan HAM Kopassus. Kopassus dianggap bertanggung jawab atas kasus-kasus pembunuhan dan penyiksaan warga sipil selama konflik di Aceh dan Timor Timur.

(fay/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads