ADVERTISEMENT

Abbas Said: Jika Jadi Ketua KY, Alhamdulillah Kalau Orang Percaya

- detikNews
Senin, 20 Des 2010 16:26 WIB
Jakarta - 7 Komisioner Komisi Yudisial (KY) telah dilantik oleh Presiden SBY. Tahapan selanjutnya adalah memilih Ketua KY. Salah satu komisioner KY, Abbas Said, bersyukur kepada Tuhan jika dirinya dipercaya jadi Ketua KY.

"Belum ada pemilihan. Alhamdulillah kalau orang percaya," kata Abbas usai pelantikan di Istana Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Senin (20/12/2010).

Sejauh ini, menurut mantan hakim agung ini, belum ada pembicaraan dengan pimpinan lain terkait pemilihan Ketua KY. "Saya tidak pernah, saya pasif saja. Saya hanya berpegang kalau Tuhan hendak mengangkat seseorang tidak ada satu orang pun bisa menahannya," sambung Abbas.

Terkait beberapa kalangan yang menolak Abbas menjadi Ketua KY, Abbas tidak mempermasalahkan. Sebab pendapat seperti itu menjadi hak setiap orang. Pun ketika ditanya tentang dugaan politik uang di balik terpilihnya Abbas sebagai Komisoner KY, dia menanggapi santai.

Dia mempersilakan semua pihak untuk melihat track record-nya selama 40 tahun lebih. Dalam kurun waktu itu, tidak pernah ada cerita tentang politik uang.

"Saya tidak bisa jawab 2 tambah 2 sama dengan 4. Tapi pernah tidak dengar saya 40 tahun ada begitu, tidak pernah. Mengapa jabatan mau dibeli, bodoh itu. Mending beli bakso saja," ucap ayah pengacara kondang Farhat Abbas ini.Bagaimana dengan anggapan KY tidak ada giginya? "Ya kita beli gigi palsu," cetus Abbas sambil tertawa.

7 Anggota KY telah dipilih DPR dan dilantik Presiden untuk masa kerja 2010-2015. Ketujuh nama yang lolos sudah mewakili unsur-unsur profesi yang digariskan undang-undang. Mereka adalah Eman Suparman (akademisi), Abbas Said (hakim agung), Imam Anshori Saleh (mantan anggota DPR), Taufiqurrahman Syahuti (akademisi), Suparman Marzuki (akademisi), Jaja Ahmad Jayus (akademisi) dan Ibrahim (akademisi).

Penentuan Ketua KY akan dilakukan secara internal. Dalam pemilihan ada yang mengusulkan Eman Suparman. Pertimbangannya, Eman mendapat suara terbanyak. Ada pula usulan, demi memelihara obyektivitas kerja KY, sebaiknya ketua tidak dipilih dari unsur hakim.
(vit/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT