"Tidak ada manuver tanpa pamrih dalam mendulang popularitas. Begitu juga dalam jamuan politik tersebut," ujar Wasekjen PPP, M Romahurmuzy kepada detikcom Senin (20/12/2010).
Menurut Romi, demikian disapa, Timnas sepakbola Indonesia tengah naik daun. Oleh karenanya, menjadi wajar jika kekuatan politik tertentu berniat memanfaatkan momen tersebut untuk ikut tenar di kalangan muda-mudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, menurut Romi, kenyataan ini memperkuat makin kuatnya politik pencitraan di kancah perpolitikan Tanah Air. Pencitraan yang telah mengantarkan Presiden SBY berkuasa hingga dua periode kembali dipraktekkan.
"Keberhasilan Timnas menjadi kontestasi peduli pemimpin politik nasional. Hal ini menunjukkan politik pencitraan masih mendominasi perpolitikan 2011," tandasnya.
Namun, Romi menambahkan, tidak sepenuhnya PSSI dirugikan karena dipolitisasi. PSSI dapat memanfaatkan momen tersebut untuk menagih kembali komitmen parpol memajukan sepakbola Tanah Air.
"Karenanya, manajemen Timnas harus memanfaatkan momentum jamuan-jamuan tersebut untuk mematrikan komitmen-komitmen pimpinan parpol terhadap pengembangan Timnas ke depan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjamu Timnas sepakbola Indonesia. Namun demikian, Golkar membantah adanya kepentingan politis dalam perjamuan di rumah Ical ini.
(van/nwk)











































