Staf Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Mulyadi, mengatakan pada Minggu (19/12) kemarin berdasarkan rekaman Seismograf, sedikitnya terekam 10 kali gempa vulkanik A (VA) atau vulkanik dalam. Selain itu juga muncul 1 kali tektonik jauh (TJ) dan 1 kali low frekuensi (LF) dan 1 kali gempa yang terasa.
"Sepanjang Minggu kemarin muncul gempa vulkanik, padahal sebelumnya aktivitas seperti gempa vulkanik ini tidak pernah muncul. Kondisi yang ada sudah kita laporkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung," terang Mulyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menjelaskan pemantauan visual langsung ke puncak Gunung Dempo tidak bisa dilakukan akibat cuaca yang selalu ditutupi awan atau kabut.
Sampai pukul 13.00 WIB, Senin (20/12/2010) sudah muncul 3 kali gempa vulkanik A atau vulkanik dalam. Selain itu, sudah dua kali gempa tektonik jauh yang terasa yakni pada pukul 07.10 WIB dan 09.09 WIB dengan pusat gempa kemungkinan masih di wilayah Bengkulu.
Gempa ini cukup kuat dan terasa di sekitar Pagaralam terutama meraka yang tinggal di sekitar Gunung Dempo. Meskipun tidak lama sekitar 30 sampai 40 detik saja, namun kekuatan gempa tektonik jauh ini mencapai I sampai II MMI. Getarannya cukup terasa oleh manusia.
Sedangakan gempa vulkanik yang muncul dalam dua hari ini boleh dikatakan tidak terasa oleh manusia,Β hanya terekam di alat Seismograf di Pos Pemantau. "Kita sudah laporkan dan kita sudah koordinasikan ke Pemkot (Pagaralam)," katanya.
(tw/fay)











































