Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel membenarkan bahwa latihan perang dengan menggunakan peluru tajam tersebut telah dimulai.
"Latihan telah dimulai," ujar juru bicara tersebut. Latihan tembak artileri tersebut telah dimulai pada sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bunker bergetar dan orang-orang di sini khawatir, termasuk saya," kata seorang saksi mata seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (20/12/2010).
Sejauh ini belum ada respons dari Korut. Padahal pekan lalu pemerintah Korut mengancam akan melancarkan serangan yang lebih keras jika Korsel tetap menggelar latihan perang tersebut.
Pemerintah China dan Rusia telah mengingatkan Korsel untuk tidak melakukan latihan perang tersebut. Namun pemerintah Amerika Serikat dan Jepang mendukung hak Korsel untuk menggelar latihan rutin tersebut.
Pada 23 November lalu, Korut melancarkan serangan ke Pulau Yeonpyeong yang menewaskan empat orang. Rezim Korut mencetuskan serangan itu sebagai respons atas latihan perang yang digelar militer Korsel di wilayah tersebut.
(ita/nrl)











































