Anto, salah seorang korban banjir menceritakan,hujan mengguyur Sangasanga sejak Minggu (19/12/2010) siang.Hingga pukul 20.00 Wita,hujan tidak kunjung berhenti. Gemuruh datangnya banjir terdengar sehingga membuat panik warga di RT 23.
"Asyik nonton sepakbola,tiba-tiba banjir datang bercampur lumpur," kata Anto ketika dihubungi detikcom,Senin (20/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RT 23 Kelurahan Sangasanga Dalam, Supriyanto, membenarkan kejadian itu. Sedikitnya banjir bandang tersebut merendam 3 RT di Kelurahan Sangasanga Dalam.
"Di RT 23, ada 80 kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir bandang bercampur lumpur.Belum termasuk di RT 19 dan RT 20," kata Supriyanto kepada detikcom, Senin (20/12/2010).
Seorang wanita paruh baya sekaligus warga RT 23 ,lanjut Supriyanto, sampai dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda,lantaran mengalami trauma akibat musibah tersebut. Lebih lanjut dikatakan Supriyanto,pengecekan langsung dilakukan bersama dengan warga korban banjir,unsur Muspida di Kelurahan Sangasanga Dalam serta TNI dan Polri.
"Ada kolam tanggul air yang jebol dan mengalir deras ke rumah warga," sebut Supriyanto.
Dua Kepala Keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat,kini sedang diupayakan untuk dievakuasi. "Saat ini saya bersama warga masih membersihkan lumpur-lumpur," tutup Supriyanto. (nwk/nwk)










































