"Hah, kenapa? Sudah pada tahu kan, hahaha," kata Tommy sambil tertawa kepada wartawan, usai mengikuti acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Sirkuit Sentul, Bogor, Senin (20/12/2010).
Tommy mengaku tidak mau menanggapi bocoran WikiLeaks itu. "Kalau kita menanggapi malah jadi masalah. Saya pikir biarin saja," kata Tommy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kegiatan Perbakin, bukan Kopassus. Kebetulan di Kopassus tempatnya. Saya hadir ya sebagai anggota Perbakin," jelas Tommy yang berbatik biru seragam HKSN ini.
Tommy menilai akurasi data WikiLeaks bergantung kasusnya. "Data-data kan nggak semua akurat. Tergantung kasus dan permasalahan masing-masing," tutupnya.
Pada 2007, Kopassus menggelar acara di Solo. Di sini Danjen Kopassus Mayjen Rasyid Qurnuen Aquary terjepret menyalami Tommy sembari membungkuk. Hal itu mengesankan Kopassus masih tunduk pada dinasti Soeharto.
Tommy dan kakaknya, Bambang Tri, hadir dalam Kandang Menjangan Group II Kopassus Solo sebagai peserta lomba tembak terbuka yang digelar pada 23 April 2007. Kala itu Tommy berstatus bebas bersyarat setelah menjalani hukuman dalam kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Asisten Menlu AS Urusan Asia Pasifik, Christopher Hill, menanyakan secara resmi mengenai peristiwa ini kepada Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Jakarta. Juwono menyahut bahwa Danjen Kopassus ingin memberikan ucapan selamat atas prestasi Tommy dalam kompetisi menembak.
(fay/nrl)











































