"Pelajaran yang paling menonjol dari dia adalah olahraga, bahkan dia pernah mendapat penghargaan waktu peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) atas prestasi lomba lari," kata Kepala Sekolah SDK Sang Timur, Natalia, saat dihubungi wartawan, Senin (20/12/2010).
Selama berada di sekolah, EAP juga dikenal ramah kepada guru dan rekan satu kelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bintang olahraga di sekolah yang mendapatkan beberapa penghargaan, EAP juga mendapatkan reward sebagai murid teramah. Natalia membantah EAP tewas akibat nilai rapor yang merah.
"Dia di sekolah terkenal ceria, pintar. Nilai-nilainya di atas standar semua," ujarnya.
EAP ditemukan tewas dalam keadaan tergantung dengan selendang merah di dalam kamarnya yang terkunci dari dalam di kawasan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (18/12/2010). Yang pertama kali menemukan kondisi EAP adalah kakaknya yang berusia 13 tahun.
"Dugaan sementara ini masih bunuh diri. Penyebabnya apa, belum kita ketahui," kata Kepala Seksi Humas Polsek Cakung Iptu Sutrisno.
Jasad EAP disemayamkan di rumah duka St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, untuk kemudian dikremasi di Cilincing.
(ahy/nrl)











































