"Waktu itu, dia baru pulang dari sekolahnya sama ibunya, habis pembagian rapor. Tapi rapornya baik-baik saja kok," kata Kepala Seksi Humas Polsek Cakung Iptu Sutrisno saat dihubungi wartawan, Senin (20/12/2010).
Saat itu, waktu baru saja menunjukkan pukul 11.00 WIB. EAP baru saja pulang bersama ibuya dari sekolahnya di kawasan Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Sutrisno, pembantu tersebut kemudian meminta EAP untuk menunggunya karena sedang mengepel lantai. Tidak lama setelah itu, pembantu kemudian menggorengkan telur buat EAP.
"Lalu diantarkan ke kamar dia di lantai dua," sambugnya.
Pembantu itu kemudian memanggil-manggil EAP dari balik pintu. Namun, tidak ada jawaban dari balik pintu. "Pintu terkunci dari dalam kamar," katanya.
Mengetahui hal itu, pembantu lalu meminta bantuan kakak EAP untuk melihat kondisinya. Saat diintip dari balik jendela, kakak EAP melihat EAP sudah tergantung dengan selendang warna merah.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban. Dugaan sementara, korban tewas karena bunuh diri. Saat ditanya apakah korban bunuh diri karena menerima rapor, Sutrisno membantahnya.
"Kalau raporya baik-baik saja kok. Tidak ada arah ke situ," tutupnya. Polisi menyatakan selama ini, korban tidak ada masalah dengan keluarganya.
(mei/fay)










































