"Setelah 7 komisioner itu disahkan di paripurna, mereka tidak boleh dipengaruhi oleh siapa pun. Tidak boleh tertekan atau ditekan setelah paripurna," kata anggota Komisi III Nasir Djamil, kepada detikcom, Minggu (20/12/2010).
Bagi Nasir, lobi-lobi parpol kepada calon tertentu juga tidak diperkenankan. Setelah terpilih, 7 komisioner KY tersebut harus tetap independen.
"Tidak boleh ada yang pengaruhi lagi," tegasnya.
Politisi PKS ini juga menerangkan, ketua KY nantinya harus mampu membawa lembaganya lebih baik. Kewenangan yang sempat dipangkas dulu, tidak boleh menjadi hambatan dalam bekerja.
Soal kriteria, Nasir berpendapat calon yang paling baik rekam jejaknya layak menjadi ketua. Catatan buruk di masa lalu harus jadi pertimbangan.
"Pilihlah orang yang paling kecil mudharatnya. Saya berharap mereka bisa memilih orang yang rekam jejak masing-masing baik, yang paling kecil ruang tembaknya," jelas Nasir.
Lebih lanjut Nasir juga berpesan agar seluruh komisioner dapat menahan diri dari kasus suap. Jangan sampai kasus komisioner Irawadi Joenoes yang ditangkap KPK berulang.
"Saya pikir masing-masing anggota punya komitmennya. Jangan sampai terjadi hal-hal yang merusak integritas mereka. Jangan sampai ada main- main duit," tambahnya.
Khusus untuk latar belakang profesi, pria asal Aceh ini juga merekomendasikan calon yang pernah menjabat sebagai hakim dihindari. Sebab, ada peluang konflik kepentingan di dalam pelaksanaannya nanti.
"Menurut saya memang dihindari, sebaiknya memang dihindari dari unsur hakim," tutupnya.
Sebelumnya, peneliti ICW Donal Fariz mengakui adanya rumor intervensi Dewan dalam pemilihan Ketua KY. Bahkan, ICW sudah menyatakan dengan tegas menolak salah satu calon, yakni Abbas Said, mantan hakim agung MA yang juga ayah pengacara Farhat Abbas, sebagai ketua KY.
"ICW mendengar tentang itu, ada dugaan oknum politisi tertentu meminta agar memilih calon tertentu. Kita harus berpesan, mereka harus mendengar kepentingan publik daripada kepentingan pribadi," tegas Donal.
7 Komisioner KY yang terpilih akan dilantik langsung oleh Presiden SBY siang nanti. Setelah itu, mereka akan memilih ketua secara internal.
Dalam seleksi di DPR, ada tujuh nama yang terpilih sebagai komisioner. Dan tampil sebagai peraih suara terbanyak adalah Eman Suparman dengan 51 suara. Sementara Abbas Said ada di peringkat kedua dengan 42 suara yang disusul kemudian oleh Imam Anshori Saleh (40 suara), Taufiqurrahman Syahuti (39), Suparman Marzuki (38), Jaja Ahmad Jayus (37) dan Ibrahim (36).
(mad/nrl)











































