Bibit: Jangan Sampai Penjahat Jadi Pejabat

Bibit: Jangan Sampai Penjahat Jadi Pejabat

- detikNews
Minggu, 19 Des 2010 20:09 WIB
Bibit: Jangan Sampai Penjahat Jadi Pejabat
Jakarta - Melawan korupsi tak cukup hanya dengan tekad. Harus dibangun sistem agar tak ada peluang melakukan korupsi, termasuk dalam bidang politik.

"Kebulatan tekad untuk berhenti korupsi tidak cukup dengan ikrar saja," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto.

Hal itu disampaikan Bibit dalam diskusi "Mengurai Benang Kusut Kasus Dugaan Suap di MK dan Teka-teki Deponeering" di restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta, Minggu (19/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bibit pun menguraikan langkah-langkah pemberantasan korupsi. Antara lain moratorium pemberantasan korupsi.

"Dengan memaafkan masa lalu namun tidak melupakannya. Kemudian membangun sistem yang tidak memberi peluang untuk korupsi," jelas Bibit.

Bibit menegaskan aparat hukum harus dibenahi agar terbebas dari korupsi. Kemudian, membangun budaya antikorupsi di segenap lapisan masyarakat, termasuk di bidang politik.

"Jangan sampai pejabat jadi penjahat. Dan penjahat jadi pejabat. Kalau masih ada money politics, korupsi nggak akan bisa diberantas," jelas Bibit.

Selain bidang politik, bidang hukum dan ekonomi rawan korupsi.

Sementara saat ditanya mengenai DPR yang menentang deponeering Kejaksaan Agung, Bibit hanya mengatakan, "Aku ini nggak berbuat kok dituduh seperti itu. Hasil Tim 8 saja menunjukkan tidak cukup bukti".

(nwk/mad)


Berita Terkait