Perbaikan Transportasi Massal Lebih Prioritas Ketimbang Jalan Layang

Perbaikan Transportasi Massal Lebih Prioritas Ketimbang Jalan Layang

- detikNews
Minggu, 19 Des 2010 18:12 WIB
Perbaikan Transportasi Massal Lebih Prioritas Ketimbang Jalan Layang
Jakarta - Penambahan ruas jalan dengan membangun proyek jalan susun alias jalan layang non tol penting dilakukan. Namun jalan layang dinilai tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan Ibukota sepanjang perbaikan transportasi massal tidak menjadi prioritas.

"Menambah rasio konsentrasi ruas jalan itu penting, tapi punya skala prioritas. Menurut saya sebaiknya prioritasnya adalah perbaikan transportasi massal," ujar Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta Ubaidillah dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (19/12/2010).

Perbaikan transportasi massal, sambung Ubai, adalah dilakukan dengan memperbaiki kualitas armada dan pelayanannya. Selain itu juga perlu penambahan jumlah kendaraan transportasi massal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih ada TransJakarta yang koridornya belum berfungsi, di saat-saat tertentu ada penumpukan penumpang TransJ, juga kereta rel listrik yang masih banyak keluhan," tutur Ubai.

Jalan susun menurut Ubai, hanya akan efektif mengurai kemacetan pada 6 bulan hingga satu tahun sejak digunakan. Karena itu, yang lebih menjadi prioritas adalah perbaikan transportasi massal. Dengan membuat menarik transportasi massal maka orang-orang akan berpikir ulang ketika akan menggunakan kendaraan pribadinya.

Ubai menjelaskan, penambahan volume kendaraan akan membuat kualitas udara tercemari. Jalan susun akan memberikan dampak sirkulasi udara di kolong jalan raya mengendap karena tidak tersentuh langsung matahari.

"Pohon-pohon juga sulit menyerap karbon dan selanjutnya dikembalikan ke oksigen. Belum lagi ini mengikis sebagian lahan terbuka. Kalau publik transport-nya sudah benar
ya boleh lah (jalan layang). Tapi yang utama bukan jalan susun," ucapnya.

Pembangunan jalan layang non-tol yang tengah dibangun yaitu jalan layang Antasari yang menghubungkan Antasari hingga ke Blok M sepanjang 5,5 km. Proyek ini menelan sekitar Rp 1,3 triliun dengan ruas Pasar Inpres Cipete-Lapangan Mabak Blok M.

Sedangkan jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang dibangun sepanjang 2,3 km dengan ruas Jalan KH Mas Mansyur-Jl Prof Dr Satrio. Jarak antara tanah dengan jalan layang di atasnya akan dibuat setinggi 10-12 meter. Proyek ini diperkirakan menelan dana Rp 700-an miliar. Pada November 2012, proyek ini ditargetkan selesai.

(vit/mad)


Berita Terkait