"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.16 WIB, busnya rusak parah," kata Elvan, salah seorang warga sekitar kepada detikcom, Minggu (19/12/2010).
Elvan menjelaskan, bus Komara jurusan Kalideres-Cikuya mengalami masalah mesin ketika berada di perlintasan kereta api. Bus itu tiba-tiba saja mogok beberapa saat sebelum kereta bermuatan batu bara lewat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elvan menjelaskan, warga sekitar sudah berteriak-teriak memperingatkan sopir bus tersebut agar menyingkir. Namun peringatan warga sepertinya tidak terdengar. Sopir bus itu masih terus berada di atas bus padahal kereta melaju dengan kencang ke arahnya.
"Bus itu ada penumpangnya satu, tapi sepertinya penumpangnya selamat. Mungkin bisa turun sebelum tertabrak kereta," lanjutnya.
Tabrakan antara bus dan kereta pun tak terhindarkan. Bus tersebut terseret sejauh 5 meter. Kaca-kaca bus pecah, body bus ringsek dan bagian atas bus penyok. Bus tersebut menghantam tiang listrik yang terletak tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
"Kalau tidak ada tiang listrik pasti terseret lebih jauh," katanya.
Elvan menyatakan, hingga sekitar 12.30 WIB bus naas tersebut belum bisa dievakuasi. Petugas masih mencari cara agar bus itu bisa ditarik tanpa membuat tiang listrik yang menahan bus itu roboh. Sedangkan kereta pengangkut batu bara yang menghantam bus itu juga masih ada di lokasi.
"Keretanya cuma lecet-lecet saja," ucap Elvan.
Elvan menjelaskan, kecelakaan ini membuat lalu lintas kereta dari Rangkas menuju Tanah Abang terhambat. "Keretanya jadi telat semua," katanya.
Sementara itu, petugas PT KA yang enggan disebutkan namanya menyatakan, petugas masih menangani kecelakaan tersebut. "Memang ada kecelakaan, sekarang masih kita tanggani," kata petugas itu.
(nal/nvt)











































