Ribuan warga harus berdesak-desakan demi mendapatkan tiket semifinal, baik leg pertama maupun leg kedua antara Indonesia dan Filipina. Mereka rela mengantre sejak pagi demi bisa melihat aksi tim kesayangannya. Euforia sepakbola melanda warga biasa hingga presiden.
"Euforia jadi hak SBY juga. SBY juga berhak untuk menonton langsung pertandingan," kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Widjaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (19/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin harus dibenahi lagi oleh PSSI, kenapa pejabat bisa memesan banyak tiket sementara di sisi lain karena belum optimal (pelayanannya), warga (yang mengantre) mengamuk," sambung alumnus Universitas Parahyangan dan UI ini.
Yunarto berharap, kerja dan struktur dari PSSI harus ditingkatkan lagi, agar euforia sepakbola yang sedang melanda Tanah Air tidak ternodai amuk massa maupun kericuhan.
Pada gelaran semifinal pertama, Presiden SBY nonton langsung di Stadion GBK. Presiden didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono, putra bungsunya Edhie Baskoro dan sejumlah pejabat tinggi negara seperti Panglima TNI Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan dan Menpora Andi Mallarangeng. Tampak juga dalam deretan kursi Presiden, pengusaha sekaligus ketua umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie.
Usai menyaksikan kemenangan Tim Merah Putih 16 Desember lalu, Presiden memuji permainan Timnas. Dia pun berharap makin banyak lagi gol yang disumbangkan sehingga Timnas bisa meraih kemenangan.
(vit/nwk)











































