WikiLeaks: Australia Blacklist Eks Menpen Yunus Yosfiah

WikiLeaks: Australia Blacklist Eks Menpen Yunus Yosfiah

- detikNews
Minggu, 19 Des 2010 11:18 WIB
WikiLeaks: Australia Blacklist Eks Menpen Yunus Yosfiah
Sydney - Pemerintah Australia ternyata sudah mem-blacklist mantan Menteri Penerangan (Menpen) Yunus Yosfiah. Yunus di-blacklist karena dinilai bertanggung jawab dalam peristiwa 'Balibo Five'.
Β 
Demikian diungkapkan WikiLeaks seperti yang dilansir dari Sydney Morning Herald, Minggu (19/12/2010).

Media Fairfax mengatakan Canberra telah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mengelola dampak dari skandal itu.

Kawat diplomatik AS menyatakan bahwa Australia telah menyatakan Yunus Yosfiah, yang menjadi kapten TNI saat invasi Indonesia ke Timor Timur, di-personanongrata-kan (diusir) dengan tidak dibolehkan masuk ke Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Deputi Koroner New South Wales Dorelle Pinch menemukan pada tahun 2007 Yosfiah diperintahkan dan berpartisipasi dalam pembunuhan 5 wartawan Australia di Balibo, Timtim. Jurnalis itu terkenal dengan sebutan 'Balibo Five', yaitu jurnalis Greg Shackleton dan Tony Stewart (Australia), Brian Peters dan Malcolm Rennie (Inggris), serta Gary Cunningham (Selandia Baru). Mereka tewas saat meliput masuknya militer Indonesia ke Timor Timur.

Menurut Pinch, 5 wartawan itu telah sengaja ditembak atau ditikam oleh personel TNI. Jadi bukan tewas di tengah pertempuran ganas. Tujuannya, untuk mencegah mereka mengekspos invasi RI ke Timor Leste.

"Balibo Five tewas di Balibo, Timor Leste pada 16 Oktober 1975 akibat luka-luka yang ditimbulkan saat mereka ditembak atau ditikam dengan sengaja, dan bukan di tengah ganasnya pertempuran, oleh anggota-anggota pasukan khusus Indonesia termasuk komandan Christoforus Da Silva dan Kapten Yunus Yosfiah atas perintah Kapten Yosfiah," terang Pinch.

Sementara Yunus Yosfiah sendiri sudah meninggalkan dunia militer dan terjun ke dunia politik. Terakhir, Yunus menjadi anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2004-2009.

(nwk/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads