"Malam ini insya Allah, mudah-mudahan tidak ada masalah kami bawa Pak Takeyanie ke Jeddah. Di sana nanti dikejarkan dengan kloter BTJ 17 untuk terbang besok," kata Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia dr Subagyo SpPdi Kantor Haji Madinah, Sabtu (18/12/2010).
Subagyo berada di Daker Madinah untuk mengkoordinasikan tanazul (pemulangan terpisah dari kloternya) Takeyanie. Dari koordinasi itu, hasilnya ada seat untuk Takeyani yakni bersamaan dengan jamaah kloter BTJ 17.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi pagi King Fahd menelepon kami bapak Takeyanie sudah bisa diambil untuk dirawat jalan. Karena sudah bisa diambil berarti sudah layak terbang," jelas Subagyo.
Karena Takeyanie merupakan korban kecelakaan lalu lintas, sebelum pulang kasus hukumnya harus diselesaikan terlebih dahulu. Tim pengamanan (PAM) Madinah memastikan kasus hukumnya sudah beres sehingga kakek tersebut bisa segera pulang.
Di Jeddah, Takeyanie akan ditangani tim kesehatan Jeddah sebelum diantar ke Bandara King Abdul Aziz. Tim Jeddah juga yang akan menghubungi dokter kloternya begitu Takeyanie tiba di tanah air.
"Nanti kalau perlu perawatan lanjutan tentu akan dibawa ke RS haji di embarkasi di sana," kata Subagyo.
Sementara itu Kepala Daker Madinah, Subakin Abdul Muthalib memerintahkan PAM untuk berkoordinasi dengan kepolisian Madinah terkait kasus Takeyanie. PAM juga diminta memastikan keberadaan barang barang termasuk uang Rp 15 juta yang dibawa Takeyanie.
(iy/irw)











































