Rasa Saling Curiga Harus Jadi Bahan Pelajaran Partai Koalisi

Rasa Saling Curiga Harus Jadi Bahan Pelajaran Partai Koalisi

- detikNews
Jumat, 17 Des 2010 16:23 WIB
 Rasa Saling Curiga Harus Jadi Bahan Pelajaran Partai Koalisi
Jakarta - Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie, sama-sama mengatakan kondisi politik 2010 penuh rasa curiga. Evaluasi ini harus menjadi pelajaran bahwa parpol koalisi harus membenahi komunikasi.

"Sesama koalisi harus melakukan komunikasi politik akibat terjadi distrust. Pengalaman kemarin harus dijadikan pelajaran," ujar pengamat Politik LIPI Lili Romli saat dihubungi detikcom, Jumat (17/12/2010).

Kedekatan Golkar dan PD yang tercermin dari kemiripan komentar dari petinggi partai, juga merupakan hal yang wajar. Keduanya berada dalam satu 'perahu' dalam pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harusnya memang tidak saling menegasikan dan saya memberikan apresiasi seperti ini," kata Lili.

Lili melanjutkan, kedekatan antara parpol-parpol yang tergabung dalam koalisi diharapkan bisa bertahan hingga akhir masa jabatan Presiden hingga tahun 2014.

"Sudah waktunya untuk mengisi dengan kerja keras, bagi kesejahteraan rakyat dan harusnya mereka memang dekat kalau mau membangun bangsa," jelasnya.

Lili berpesan, tahun depan komunikasi poltik antarpartai koalisi harus lebih ditingkatkan dengan melihat berbagai kasus yang sempat membuat koalisi pemerintahan terpecah, seperti pada kasus Century.

"Masing-masing harus memelihara trust dan tidak boleh saling mencurigai," terangnya.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie melihat peta perpolitikan 2010 diwarnai dengan berbagai macam isu dan peristiwa. Suasana politik Indonesia terkesan pekat dan riuh, namun substansi untuk kepentingan bangsa justru minim.

"Aroma distrust atau ketidakpercayaan sangat kental," kata Menko Kesra era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jilid I ini.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum melihat politik 2010 penuh dengan ketidakpercayaan. "Warna dinamika politiknya terlalu politis terlalu diberi warna saling curiga," ujar Anas pagi tadi.

(fiq/fay)


Berita Terkait