"Kalau ke sini, bisa lihat di mana-mana ada buku. Bapak juga berencana launching 3 buku, sedang naik cetak," kata putri hakim Arsyad, Neshawati, kepada detikcom, Jumat (17/12/2010).
Menurut dia, Arsyad saat ini masih sibuk mengajar sebagai dosen terbang di Universitas Hasanuddin dan Universitas Padjadjaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsyad juga gemar main golf. "Bapak itu dulu pemain nasional dan internasional tenis meja dan pernah menjadi pelatih tenis meja. Karena sudah tua, dia sekarang suka main golf," kata Nesha.
Nesha menambahkan sang ayah selalu memberi wejangan kepada anak-anaknya dalam menekuni pekerjaan masing-masing.
"Kalau bekerja, kita punya modal kebenaran dilandasi kejujuran. Kalau bekerja mencari keadilan, keadilan yang diminta di depan hakim tidak ada keadilan yang hakiki, kita hanya menjalankan tugas mencari keadilan itu. Keadilan hanya milik Allah," papar Nesha yang namanya disebut-sebut terkait dugaan kasus suap calon Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, ini.
Arsyad Sanusi telah mengajukan surat pengunduran diri dengan tembusan kepada Ketua MK Mahfud MD. Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Kendari itu terhitung 14 April 2011 ia tidak berada lagi di MK. Namun kepastian mundur pria Bone 14 April 1944 ini masih menunggu persetujuan dari Mahfud.
(aan/nrl)










































