"Tidak usah melihat WikiLeaks. Kita perkirakan memang masih ada seperti Zulkarnaen. Tapi dengan banyaknya penangkapan tentunya mereka tercerai berai. Agak susah mereka berkomunikasi," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan saat ditemui di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (17/12/2010).
Menurut Iskandar, meski kekuatan teroris cenderung melemah, namun fokus dan perhatian polisi masih tetap mewaspadai berkembangnya benih terorisme.
Hal ini dikarenakan masih adanya DPO yang belum tertangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, WikiLeaks mengungkap kawat terkait terorisme di Indonesia, dari Kedubes AS di Canberra, Australia. Badan intelijen Australia berbagi informasi dengan AS, kalau Jamaah Islamiyah dan gerakan teror di Indonesia sudah pecah.
Kawat pada Oktober 2008 silam itu dirilis WikiLeaks dan dilansir harian The Age, Kamis (15/12/2010). Ada pertemuan antara Dirjen Dinas Intelijen Australia (ONA), Peter Varghese dengan pejabat Kemlu AS, Randall Fort.
(ape/aan)










































