Tapi ternyata bukan itu yang dikhawatirkan Assange. Pria kelahiran Australia itu lebih mengkhawatirkan soal kemungkinan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS).
"Saya tidak terlalu takut soal diekstradisi ke Swedia. Saya punya kekhawatiran yang lebih besar mengenai diekstradisi ke AS," kata Assange seperti dilansir harian Australia, News.com.au, Jumat (17/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Assange menegaskan, upaya pemerintah AS untuk menjatuhkan dirinya dan situsnya sudah kelewat batas. "Saya pikir jelas bahwa itu bukan jalan yang bisa diterima bagi komunitas dunia," ujar Assange.
Assange mengklaim, dirinya didukung rakyat Australia ataupun rakyat Inggris Raya dan rakyat Swedia, meskipun pemerintah punya sikap yang berbeda.
Sesuai syarat pembebasan dengan jaminan, Assange diharuskan tinggal di Ellingham Hall, sebuah rumah peristirahatan di Inggris timur. Rumah tersebut milik seorang mantan perwira militer yang merupakan pendukung Assange, Vaughan Smith.
Menyusul pembebasan bersyarat yang ditetapkan Pengadilan Tinggi di London, Assange juga kena jam malam, wajib lapor ke polisi setiap hari dan harus mengenakan gelang pemantau elektronik.
Assange akan kembali ke pengadilan pada 11 Januari 2011 mendatang untuk sesi manajemen kasus. Kemudian pada 7 dan 8 Februari 2011, sidang kasus ekstradisinya akan digelar.
(ita/nrl)











































