Pantauan detikcom, aksi pemalangan ini sudah dimulai sejak sekitar pukul 05.00 WIT dini hari, Jumat (17/12/2010). Puluhan warga suku Fele dan Mehue, sengaja berdiri-diri di tengah landasan.
Mereka melakukan aksi pemalangan untuk menuntut pemerintah daerah dan Dirjen Perhubungan Udara, bertanggung jawab membayar pembebasan lahan seluas 54 hektar di sekitar areal bandara.
Aksi pemalangan ini membuat ratusan penumpang di Bandara Sentani menjadi terlantar. Aktivitas penerbangan menjadi terganggu selama 90 menit.
Kendati begitu, pesawat dapat kembali beroperasi pada pukul 09.00 WIT, setelah warga yang melakukan pemalangan dikeluarkan dari Apron 21 oleh petugas bandara yag dibantu pihak kepolisian dan TNI.Β Setelah berhasil diajak keluar dari Bandara Apron 21, puluhan masyarakat suku Fele dan Mehue kini tengah berada di kantor Perhubungan Udara Sentani, Kabupaten Jayapura.
Β
Masyarakat menduduki kantor tersebut sambil menyampaikan tuntutan permintaan ganti rugi. Sementara lalu lintas penerbangan di Bandara Sentani saat ini, telah mulai berjalan lancar.
Sebelumnya, aksi pemalangan di Bandara Sentani juga pernah terjadi. Pemalangan sebelumnya dilatarbelakangi masalah penerimaan CPNS oleh Dirjen Perhubungan Udara yang minim merekrut penduduk lokal setempat.
(fay/fay)











































