Pelajar RI di Malaysia Gelar Baksos untuk Korban Merapi

Pelajar RI di Malaysia Gelar Baksos untuk Korban Merapi

- detikNews
Kamis, 16 Des 2010 18:13 WIB
Pelajar RI di Malaysia Gelar Baksos untuk Korban Merapi
Kuala Lumpur - Jarak tidak menjadi penghalang bagi warga negara Indonesia di luar negeri untuk tetap berbagi kepada saudara-saudaranya yang tertimpa musibah di Tanah Air. Meski musibah Merapi sudah satu bulan berlalu, rasa simpatik dan persaudaraan tetap tidak hilang.

Sekelompok pelajar yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (PPIM) menggelar bakti sosial untuk korban Merapi di Desa Boyong, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Bakti sosial tersebut berlangsung selama 3 hari sejak 13 sampai 16 Desember 2010.

"Di desa ini, kami bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mencoba membantu berbakti kepada 792 jiwa dari 260 kepala keluarga," ujar Ketua PPIM Muhammad Hamidi dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (16/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama tiga hari tersebut, Hamidi menjelaskan, pihaknya bersama relawan BSMI melakukan penyaluran sembako, pembagian buku gambar, alat tulis dan pembelajaran kepada anak-anak TK setempat, suplementasi gizi, pelayanan kesehatan, obat-obatan, dan psikososial, seperti trauma healing (memberi motivasi kepada korban bencana).

Pelayanan kesehatan, kata dia, menjadi satu rangkaian bakti sosial yang mendapatkan antusias tinggi dari masyarakat setempat, khususnya masyarakat yang berusia lanjut. "Mereka sabar menunggu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari team relawan. Rata-rata penyakit yang dikeluhkan oleh masyarkat adalah sakit batuk dan gatal-gatal efek dari debu merapi," imbuhnya.

Setelah selesai bakti sosial, team relawan melanjutkan survei ke desa cangkringan yang jaraknya 5 Km dari puncak dan 2 Km dari rumah Embah Marijan.

"Desa itu diporakporandakan oleh letusan Merapi, tidak satupun rumah warga bisa ditempati, semuanya rata dengan tanah, bangunan tumbuh-tumbuhan semua rusak, sehingga terpaksa warga desa di tempatkan di rumah shelter yang disediakan oleh pemerintah. Hal inilah yang menjadi pertimbangan kami untuk membantu warga desa yang belum pulih, β€œ ujar mahasiswa pasca sarjana Universiti Malaya (UM) ini.

PPIM juga menyerahkan dana yang digalang sebesar RM 4.354,20 atau RP 12.217.000 kepada warga setempat. Dana tersebut berhasil dikumpulkan dari pelajar Indonesia di UM, Universiti Putra Malaysia, Multimedia University Malaka, Universiti Teknologi Petronas, dan Taylor University.

(rmd/nwk)


Berita Terkait