Jumlah Laki-laki Makin Dominan di DPRD

Jumlah Laki-laki Makin Dominan di DPRD

- detikNews
Kamis, 16 Des 2010 17:51 WIB
Jumlah Laki-laki Makin Dominan di DPRD
Jakarta - Pemilu 2009 menghasilkan jumlah perempuan di parlemen lebih banyak daripada sebelumnya. Namun semakin ke tingkat bawah, dominasi laki-laki semakin kuat. Masih banyak DPRD kabupaten/kota yang tidak memiliki anggota DPRD perempuan.

Hasil perolehan kursi Pemilu 2009, menunjukkan terjadi peningkatan representasi perempuan di nasional dan lokal. Di DPR, jumlah perempuan terpilih meningkat dari 12% (65 orang) menjadi 18% (103 perempuan).

Peningkatan jumlah perempuan di parlemen juga terjadi di DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Secara agregat nasional yang meliputi 33 provinsi, Pemilu 2009 menghasilkan 321 atau 16 persen perempuan dari total 2.005 anggota DPRD provinsi. Jumlah tersebut naik, jika dibandikan hasil Pemilu 2004 yang hanya 12 persen.

Sedang di DPRD kabupaten/kota, dari 461 kabupaten/kota yang tersedia datanya, memiliki 15.750 anggota. Dari jumlah tersebut, terpilih 1.857 perempuan atau 12%. Persentasi ini naik hampir dua kali lipat, karena Pemilu 2004 hanya menghasilkan 6% perempuan di DPRD kabupaten/kota.

Di tingkat kabupaten/kota, masih terdapat DPRD yang tidak memiliki anggota perempuan. Dari 461 kabupaten/kota, terdapat 27 DPRD yang tidak ada anggota perempuan terpilih. Yaitu tersebar di Aceh, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Tercatat pula 64 DPRD kabupaten/kota yang hanya memiliki satu anggota perempuan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Ilmu Politik (Puskapol) Fisip UI, Sri Budi Eko Wardhani dalam jumpa pers di Bidakara Hotel, Kamis (16/12/2010).

Menurut Wardhani, data tersebut menunjukkan bahwa representasi perempuan di lembaga legislatif masih rendah dan mayoritas masih didominasi oleh anggota laki-laki. Jika dibandingkan antara nasional dan lokal, ada kecenderungan keterpilihan calon perempuan di tingkat lokal lebih sulit daripada di nasional.

"Bahkan di tingkat kabupaten/kota, jumlah anggota perempuan secara agregat nasional makin rendah dibandingkan anggota laki-laki. Situasi ini menggambarkan di tingkat lokal, persaingan antarpartai politik dan antarcaleg lebih ketat. Salah satunya karena pengaruh kekuatan partai politik yang tidak merata secara nasional dan lokal," kata Wardhani.

Selanjutnya, kata Wardhani, jika dilihat kursi perempuan dan laki-laki terpilih untuk nasional dan lokal berdasarkan provinsi, maka diperoleh hasil adanya tren yang tidak konsisten.

"Ada daerah yang jumlah perempuan terpilih untuk DPR tinggi, seperti Maluku Utara yang mencapai 100%, 3 kursi direbut oleh calon perempuan; namun jumlah perempuan terpilih di tingkat provinsi dan kabupaten/kota rendah. Di Maluku Utara, tidak ada kursi laki-laki terpilih untuk DPR RI, tetapi di DPRD provinsi, representasi perempuan hanya 9% dan di DPRD kabupaten/kota hanya 5%," kata dia.

Sementara ada tujuh provinsi yang tren keterpilihan perempuan menunjukkan 'konsisten-tinggi' yaitu: Lampung (22%, 19%, 15%), DKI Jakarta (19%, 23%, tidak ada), Jawa Barat (24%, 25%, 15%), Jawa Timur (25%, 18%, 14%), Banten (23%, 16%, 13%), Kalimantan Timur (25%, 20%, 13%), dan Sulawesi Utara (50%, 18%, 20%). Sementara itu, sebagian besar provinsi lainnya menunjukkan hasil keterpilihan perempuan yang beragam.

(diks/fay)


Berita Terkait