"Kita bisa saja menyewa konsultan, kita bayar. Tapi alangkah baiknya kalau ada servis konsultan gratisan dari para ilmuwan kita bagi pemerintah ini," seloroh Boediono yang disambut tawa 65-an ilmuwan dalam acara pembukaan konferensi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2010).
Boediono meminta pertemuan para ilmuwan itu nantinya akan menghasilkan sebuah data base lengkap tentang ilmuwan Indonesia di manapun mereka berada. Sehingga, dari waktu ke waktu, bila pemerintah membutuhkan masukan-masukan, bisa langsung menghubungi para ilmuwan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Database tersebut, lanjut Boediono, diharapkan bisa diakses tidak cuma oleh pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah daerah. Tidak ada alasan lagi misalnya sulit mendatangkan ilmuwan-ilmuwan tersebut ke daerah, sebab komunikasi sekarang bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Namun, Boediono meminta keluasan hati para ilmuwan apabila pandangan-pandangan mereka tidak jadi diaplikasikan oleh pemerintah. Sebab, pandangan tersebut kadangkala hanya digunakan sebagai alternatif atau perbandingan saja.
"Ya, tidak harus diterima. Jangan lantas sakit hati kalau tidak diterima. Itu kadangkala begitu, ya, ilmuwan itu 'saya sudah bener kok, tidak diterima, ya?' Itu realita di luar sana, ya, begitu. Jadi imbanngan-imbangan yang lain harus kita masukan," tutupnya.
(irw/nrl)











































